Minggu, 22 Januari 2017

Jomblo Phobia

Jomblo+Phobia

Sebenarnya pembahasan tentang jomblo adalah hal yang saya hindari. Ehem. Saya mengerti bagaimana perasaan “kita” yang belum menemukan pasangan, atau keadaan yang belum memungkinkan. Ketika melihat teman sudah ada yang menggelar walimahan, kita hanya bisa mendoakan semoga bahagia sampai syurga. Tapi dilain sisi, ada hati ketika pengucapan doa itu sedih. Timbul tanya dalam benak, kapan giliran saya? Jadilah status jomblo kian melekat karena belum bisa berbuat apa-apa. Kata ‘menanti’ pun ramai menyelimuti hati, sampai-sampai kita sering pilu sendiri. Hah… mungkin kata sabar lebih tepat untuk saat ini ketika kita belum saling menemukan. Ya, kan?

Suatu saat teman saya pernah bercerita, “jadi jomblo itu ngga enak” katanya. Sayapun bertanya, “ngga enaknya dimana?” “Disini” dia menunjuk dadanya.

Hadeuh.. .com/img/proxy/

            Sebagian diantara kita menganggap bahwa jomblo itu; kutukan, aib, nasib, manusia bersel satu dan sebutan lain semacamnya. Namun sebenarnya jika kita berfikir positif status jomblo ini merupakan;

Sheila on7 mode on.

“anugrah terindah yang pernah dimiliki” .com/img/proxy/

Jomblo itu fitrah loh, saat kita lahir kedunia juga sendirian, belum punya pasangan. Tapi bukan ini yang ingin kita bahas lebih jauh, melainkan ketakutan untuk menjomblo tidak seumur hidup. Jika mau berfikir dengan tenang dan hati yang menerima  sebenarnya banyak manfaat yang didapatkan saat menjomblo.  

Pertama, kita lebih bisa leluasa dan pergi menuntut ilmu kemana-mana. Momen yang menurut saya jarang didapatkan setelah menikah. Bukan berarti tidak ada ya. .com/img/proxy/

Kedua, momen kejombloan ini bisa digunakan untuk lebih melejitkan potensi, mengembangkan karya, menyambangi berbagai mertua, eh..eh.. benua!  .com/img/proxy/

Ketiga, kesempatan untuk bisa mendapatkan jodoh yang lebih baik. Kita inikan sering pingin banget mendapatkan jodoh yang shalih atau shalihah tapi terkadang suka lupa kalau itu semua butuh pemantasan. Nah, dimomen kejombloan inilah kita bisa lebih memantaskan diri untuk pasangan hidup nanti. Kalau kata orangtua “jangan maunya enak aja tapi nggak berusaha!” .com/img/proxy/

Masih ada banyak manfaat ketika masih jomblo dan semuanya belum disebutkan disini, nanti kalau dijabarin semuanya, betah jadi jomblonya lagi.. repot urusannya. .com/img/proxy/

Tidak ada yang harus kita takuti saat jomblo, cemoohan-sindiran mungkin ada, tapi anggap saja angin lalu. Tidak usah terlalu difikirkan. Karena semua akan cie-cie pada waktunya. keren, kan. .com/img/proxy/

Untuk kita yang masih jomblo, ndak apa-apa terusin jomblonya, terusin saja sampai benar-benar siap untuk memimpin atau dipimpin karena rumah tangga tidak seperti saat kita main monopoli!

Untuk yang sudah siap menikah namun masih menunda –mbok ya takut gitu loh, ndak ada yang tahu umur— mau sampai kapan sendirian terus? temannya sudah ada yang jadi Ibu dan Ayah loh… kan ngga lucu kalau nanti kamu dipanggil kakek. .com/img/proxy/

Terakhir, berat sebenarnya mengatakan ini, yang sudah siap menikah namun belum kunjung datang jodohnya. Jemput ia dalam doa. Moga Allah segera menyatukan di pelaminan. Jika belum saling menemukan, coba tengok-tengok kesamping, barangkali dia yang selama ini sekedar lewat jodohmu. Ngga ada yang tahu, kan?

Cie...  .com/img/proxy/


Bagikan

Tulisan Lainnya

Jomblo Phobia
4/ 5
Oleh