Sebenarnya pembahasan tentang jomblo
adalah hal yang saya hindari. Ehem. Saya mengerti bagaimana perasaan “kita”
yang belum menemukan pasangan, atau keadaan yang belum memungkinkan. Ketika
melihat teman sudah ada yang menggelar walimahan, kita hanya bisa mendoakan
semoga bahagia sampai syurga. Tapi dilain sisi, ada hati ketika pengucapan doa
itu sedih. Timbul tanya dalam benak, kapan giliran saya? Jadilah status jomblo
kian melekat karena belum bisa berbuat apa-apa. Kata ‘menanti’ pun ramai
menyelimuti hati, sampai-sampai kita sering pilu sendiri. Hah… mungkin kata
sabar lebih tepat untuk saat ini ketika kita belum saling menemukan. Ya, kan?
Suatu saat teman saya pernah bercerita, “jadi jomblo itu ngga
enak” katanya. Sayapun bertanya, “ngga enaknya dimana?” “Disini” dia menunjuk
dadanya.
Hadeuh.. 
Sebagian
diantara kita menganggap bahwa jomblo itu; kutukan, aib, nasib, manusia bersel
satu dan sebutan lain semacamnya. Namun sebenarnya jika kita berfikir positif
status jomblo ini merupakan;
Sheila on7 mode on.
“anugrah terindah yang pernah dimiliki” 
Jomblo itu fitrah loh, saat kita lahir kedunia juga
sendirian, belum punya pasangan. Tapi bukan ini yang ingin kita bahas lebih
jauh, melainkan ketakutan untuk menjomblo tidak seumur hidup. Jika mau berfikir
dengan tenang dan hati yang menerima sebenarnya
banyak manfaat yang didapatkan saat menjomblo.
Pertama, kita lebih bisa leluasa dan pergi menuntut ilmu
kemana-mana. Momen yang menurut saya jarang didapatkan setelah menikah. Bukan
berarti tidak ada ya. 
Kedua, momen kejombloan ini bisa digunakan untuk lebih
melejitkan potensi, mengembangkan karya, menyambangi berbagai mertua, eh..eh..
benua! 
Ketiga, kesempatan untuk bisa mendapatkan jodoh yang lebih
baik. Kita inikan sering pingin banget mendapatkan jodoh yang shalih
atau shalihah tapi terkadang suka lupa kalau itu semua butuh pemantasan. Nah,
dimomen kejombloan inilah kita bisa lebih memantaskan diri untuk pasangan hidup
nanti. Kalau kata orangtua “jangan maunya enak aja tapi nggak berusaha!” 
Masih ada banyak manfaat ketika masih jomblo dan semuanya
belum disebutkan disini, nanti kalau dijabarin semuanya, betah jadi jomblonya
lagi.. repot urusannya. 
Tidak ada yang harus kita takuti saat jomblo, cemoohan-sindiran
mungkin ada, tapi anggap saja angin lalu. Tidak usah terlalu difikirkan. Karena
semua akan cie-cie pada waktunya. keren, kan. 
Untuk kita yang masih jomblo, ndak apa-apa terusin
jomblonya, terusin saja sampai benar-benar siap untuk memimpin atau dipimpin
karena rumah tangga tidak seperti saat kita main monopoli!
Untuk yang sudah siap menikah namun masih menunda –mbok ya
takut gitu loh, ndak ada yang tahu umur— mau sampai kapan sendirian terus?
temannya sudah ada yang jadi Ibu dan Ayah loh… kan ngga lucu kalau nanti
kamu dipanggil kakek. 
Terakhir, berat sebenarnya mengatakan ini, yang sudah
siap menikah namun belum kunjung datang jodohnya. Jemput ia dalam doa. Moga
Allah segera menyatukan di pelaminan. Jika belum saling menemukan, coba
tengok-tengok kesamping, barangkali dia yang selama ini sekedar lewat jodohmu. Ngga
ada yang tahu, kan?
Cie... 
Bagikan
Jomblo Phobia
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif