Indah saat
bulan dan matahari saling berjauhan, apa jadinya bila ia saling berdekatan?
Begitu juga bintang, elok dilihat saat ia dikejauhan. Kalau dekat? Kiamat.
Tapi, aku bukan matahari maupun bintang dilangit sana. Aku lelaki yang selalu ingin berdekatan denganmu, lelaki yang menyempurna disampingmu. Menawannya kita, saat saling mendoakan di sepertiga malam, ‘gagah’nya saat berjuang beriringan.
Tapi, aku bukan matahari maupun bintang dilangit sana. Aku lelaki yang selalu ingin berdekatan denganmu, lelaki yang menyempurna disampingmu. Menawannya kita, saat saling mendoakan di sepertiga malam, ‘gagah’nya saat berjuang beriringan.
Namun
terkadang, jarak harus diciptakan agar rindu tetap terjaga dan cinta kian
menyala. Itulah kita saat ini. Kau disana dan aku disini, memberi jeda pada
ikatan agar semakin erat saat berpegangan.
Meski jarak memisahkan raga, namun sukma tetap bertemu dalam doa. Ia
menari-nari bersamamu di ketinggian cintaNya.
Apa jadinya bila tulisan tanpa jeda,
mungkin semua orang akan sulit membaca kalimat-kalimat yang diuraikan, pun
terbata-bata saat mengucapkan.
Terkadang
jarak membuat indah hubungan, seperti hujan yang turun jarang-jarang. Maka
berjedanya kita bersama akan menguatkan asa, bertemunya akan membuncah-buncah
rasa yang menciptakan pelangi.
Kerinduan sebab jarak akan mengindahkan cinta seiring detik berlalu.
Bersabarlah di
penantian, karena tidak lama lagi aku
akan datang.
Bagikan
Jarak
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif