Ada banyak pelajaran yang bisa kita dapatkan disekitar kita,
dari mulai yang dianggap biasa hingga istimewa, yang bila direnungkan menjadi
pelajaran yang tidak akan pernah terlupakan.
Tentang anak tangga, sudah ada beberapa filosfi muncul karenanya;
“Jika engkau tidak melangkah ke anak tangga pertama, maka
engkau tidak akan sampai ke tangga berikutnya” yang bisa dijabarkan; “bila
engkau takut mencoba atau melangkah, maka engkau tidak akan pernah sampai pada kemajuan
hidup” dan tentu masih banyak filosofi terkait sebuah anak tangga.
Tetapi, untuk kali ini bukan anak tangga yang ingin kita
ambil hikmahnya, namun tentang “tangga” himpunan dari sebuah anak tangga.
Hikmah ini
saya dapat ketika menaiki tangga penyebrangan.
Mungkin kita semua pernah menaiki tangga penyebrangan. Terkadang
tanpa disadari saat menaiki anak tangga tersebut tubuh akan membungkuk, dan
saat menuruninya, ia menjadi tegap. Setiap kali naik-turun tangga, ataupun
mendaki-menuruni gunung, tubuh kita akan berpola sama, seolah ia memberikan
kita semua pelajaran.
Pada dasarnya kehidupan ini ada naik dan juga turun, kadang
ada diatas dan terkadang ada dibawah. Inilah kehidupan, berputar seperti roda.
Dari naik-turun tangga, mendaki-menuruni gunung, tubuh kita mengajarkan
untuk tetap “merendah diri” membungkuk, saat menikmati jalan kesuksesan, jangan
sampai sombong, lupa diri ataupun riya’ dan berusaha untuk selalu “bersabar”
tegap, tatkala sedang di uji.
Ah, betapa Allah menciptakan semua dengan tidak sia-sia.
Semoga kita bisa mengambil hikmah darinya.
Bagikan
Filosofi Tangga
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif