Hampir di setiap episode percintaan,
ada lelaki yang selalu berperan. Tapi sayangnya kebanyakan lelaki hanya
mengambil peran yang paling mudah, apa itu? Menjadi lelaki yang tidak
bertanggung jawab.
Lho, kok?
Begini, sekarang, dunia ini digemparkan
dengan hubungan tidak bertanggung jawab. Apa itu? P-A-C-A-R-A-N. Taukan pacaran
itu biasanya ngapain aja? Bukan bermaksud sok tau nih ya, tapi dari yang
udah-udah dan ada di depan mata, pacaran itu cuma ngasilin anak –maygat!—
Perbuatan siapa
itu? Lelaki.
Salah siapa?
Dua-duanya
Siapa yang harus
bertanggung jawab? Lelaki.
Tapi kebanyakan saat ini, --banyak
media yang mengabarkan lho— kalo udah seperti itu ya tinggal di gugurin aja,
toh obat penggugur janin dengan mudah di dapat, dukun aborsi juga banyak. Kalo
takut dengan darah yang banyak, tunggu aja bayinya lahir, nanti abis itu
dibuang deh... Kalo difikir, induk kera aja ‘nggak’ akan tega gugurin apalagi
buang anaknya. Lha, ini kan manusia, kok bisa?
Ok,
kembali ke pembahasan sebelumnya. Dengan meninggalkan ibu yang tega buang
anaknya. L
Lelaki
–sebagaimana yang kalian tau—mempunyai sifat yang terkadang dominan menguasai
dirinya. Sifat yang bukan hanya ada pada diri lelaki sebenarnya, namun juga ada
pada wanita. Sifat itu adalah ‘enggan,’ enggan bertanggung jawab.
Tulisan ini
bukan tulisan ilmiah, jadi kalian bebas berpendapat, tidak harus sama seperti
saya.
Enggan bertanggung jawab disini,
saya lebih menekankan kepada bertanggung jawab atas cinta yang tlah kita nyatakan,
pada siapapun. Terlebih pada kekasih yang disebut Pacar. Ketika kita, lelaki,
menyatakan cinta pada seorang perempuan, wanita, cewek, apapun namanya. Kita
harus siap bertanggung jawab dalam hal menafkahi, bukan hanya apel seminggu
sekali! Ini yang penting dan perlu kita garis bawahi. Bertanggung jawab atas cinta adalah dengan senantiasa memantaskan diri
untuknya, agar bisa menjadi imam yang baik dan ayah yang super ketika tlah
menikah dengan dirinya.
Pacaran, tidak menjadikan kita
sebagai lelaki yang bertanggung jawab. Apalagi lelaki yang keren dan kece badai itu ‘nggak’ pernah
asal-asalan ‘nyatain’ cinta ke lawan jenis. Perlu pemikiran yang mendalam dan
matang, karena cinta itu memang harus dipertanggung jawabkan.
Saat kita menyatakan cinta, berarti
kita siap juga untuk bertanggung jawab merawatnya, bukan dengan pacaran lalu
menikmatinya, ini yang salah dan terkadang ‘nggak’ dimengerti oleh kebanyakan
lelaki.
Lagi-lagi, jika engkau memang
lelaki. Bertanggung jawablah atas apapun yang tlah engkau perbuat, termasuk
cinta yang kita nyatakan. Sebab, bukan hanya dengan wanita itu kita berjanji
melainkan dengan Allah juga kita tengah berjanji.
Pun, jika engkau
memang lelaki, meniti cinta diatas ikatan pacaran adalah sebuah kepengecutan
diri yang seharusnya bisa dihindarkan.
Dan karena
engkau laki-laki, nyatakan cinta pada bapaknya adalah sebuah kebenaran sedang
menyatakan cinta langsung padanya adalah sebuah ke-dustaan.
Terus, jika
engkau memang laki-laki, seharusnya setalah baca ini engkau langsung putuskan:
Nikahi atau sudahi... J
Itusih,
kalo lo beneran laki :D
Bagikan
Jika Engkau Lelaki
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif