Minggu kedua dibulan februari ini tampaknya
menjadi tren dikalangan kawula muda, tepatnya tanggal 14 februari, sebagian
orang menyebutnya sebagai hari kasih sayang, atau hari dimana kita untuk
merayakan cinta. Ah, indah sekali rasanya. Tapi, mungkin kita semua juga sudah
tahu tentang hari ini, valentine. Hari dimana sepasang kekasih saling
menukarkan coklat serta bunga, dan mungkin bisa juga boneka atau barang
berharga lainya kepada kekasih tercinta.
Sangat romantis.
Sangat romantis.

Tapi sedikit informasi, di Amerika
tanggal 14 Februari dijadikan Nation
Condom Week.Pun, entah kenapa di Negara kita, pada tanggal yang sama
penjualan kondom –jika memang tidak mau disebut pemakaian—meningkat cukup
pesat. Ah, apa ini bertepatan dengan hari Valentine? Saya berprasangka baik,
ini bukan karena hari valentine, mungkin ada sebab lain seperti misal; pasangan
suami-istri yang tidak ingin memiliki anak. Tapi, apa iya kebanyakan pasangan halal
tidak ingin mempunyai keturunan? Dan ternyata dugaan saya tidak tepat, ini
memang karena hari Valentine, hari maksiat cinta.
Atas nama
cinta, dihari valentine ada perempuan yang rela melepaskan kehormatannya. Atas
nama cinta, ada lelaki yang tidak bertanggung jawab menodai kekasihnya.
Lalu, apakah ini yang dinamakan dengan hari kasih sayang?
Lalu, apakah ini yang dinamakan dengan hari kasih sayang?

Dengan
kekata “be my Valentine” yang sering dilontarkan oleh kebanyak kawula muda
sebenarnya ada sesuatu yang disembunyikan secara tersirat, “Maukah engkau
bermaksiat denganku?” Na’udzubillah! ini
bukan perihal pemikiran yang sempit, tapi fakta menunjukan demikian. Buktinya,
konsumen kondom melejit. Pun, kalau kondom tidak bisa dijadikan bukti,
perempuan-perempuan yang hilang keperawanannya bertambah banyak!


Ah,
sudahlah. Kita sudah sama-sama dewasa –kalau tidak mau disebut
anak-anak
—sebagai orang dewasa yang memiliki akal sehat. be my valentine sudah
tidak zaman, kuno, kampungan. Apalagi juga kita tahu kalau hari valentine sama
dengan hari maksiat yang mengatas namakan cinta. Pun, sudah saatnya slogan be
my valentine diganti dengan be my Vengantine.
Ketimbang jadi valentine yang hanya sehari, mending jadi pengantin yang bisa
raya-innya setiap hari.
Dan… teruntuk wanita, bukankah kata ini yang sedang kamu tunggu-tunggu?

Dan… teruntuk wanita, bukankah kata ini yang sedang kamu tunggu-tunggu?

Perlu diketahui, sebenarnya tukeran cokelat serta bunga itu
adalah cara lama yang sudah tidak berlaku lagi untuk merebut hati wanita.
Sekarang itu, hati wanita akan mudah ditaklukan, bahkan luluh, --semoga ini gak lebay-- dengan tukeran KARTU NIKAH. Gak percaya? gih, buktiin.
Bagikan
be my Pengantin
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif