Malas. Iya,
M-A-L-A-S adalah kata beracun yang perlahan membunuh kita. Sikap dan tingkah
laku malas ini, akan membawa kita pada jurang kehancuran, kegagalan bahkan
sampai jurang api neraka! Sebelumnya, saya mengingatkan diri sendiri agar
terhindar dari rasa malas, dan berlindung pada Allah dari sikap pemalas, sebab
sikap menunda-nunda suatu kebaikan, mengundur-ngundur untuk menjemput impian
dalam hidup adalah upaya dari syaitan laknat yang mencoba membawa kita pada
tempatnya (neraka) di akhirat nanti.
Rasa malas, atau sikap menunda-nunda, berprilaku santai
dan menganggap remeh sesuatu merupakan awal dari kehancuran kita. Bagaimana
tidak, saat kita ingin melakukan suatu perbuatan entah itu perbuatan kebaikan
atapun perbuatan untuk menjemput impian ia selalu hadir, godaan syaitan terus
berbisik “udahlah, nanti saja kamu kerjakan itu, Istirahatlah.”
Ketahuilah teman, sikap menunda-nunda untuk melakukan
kebaikan atau apapun yang dapat memberikanmu kebahagiaan adalah upaya dari
syaitan yang mencoba membawamu pada kehancuran. Ia terus menggoda kita untuk
terus bersantai ria, berleha-leha, dan me-nanti-nanti-kan suatu pekerjaan
karena ia tidak suka saat kita melakukan kebaikan dan meraih kebahagiaan.
Ah, tulisan
ini semestinya, dan seharusnya ditelunjukan pada saya sendiri yang terkadang
suka malas melakukan sesuatu. Saya berdoa, semoga kita terlindungi dari sikap
malas yang datangnya dari syaitan ini.
Oh, iya. Kata
malas juga mempunyai kata turunan –menurut saya—yaitu “nanti” kata ‘nanti’ ini
menjadi sangat ampuh saat kita terus mengucapkannya untuk menunda pekerjaan.
“nanti sajalah, istirahat dulu” “nanti saya kerjakan,” “nanti
pagi baru mulai,” “nanti besok biar enakan” dan nanti nanti nanti.
Kata Ayah saya, nanti atau yang bahasa betawinya “Ntar” itu
seperti bunyi peluru “tar..tar..tar!” yang bunyinya akan menghilang saat
selesai menembak. Pun sama, saat kita menunda pekerjaan. Bilangnya “entar” pas
disuruh lagi “entar” di ingetin terus bilangnya “entar” persis seperti bunyi peluru, kalau tidak di ingatkan nggak jadi!
Lalu bagaimana
caranya agar kita dapat menghilangkan rasa malas atau bahasa saya adalah
MEMBUNUH rasa malas? Nah, Pak Mario teguh pernah menyampaikan tentang
menghilangkan rasa malas dengan cara mengingat Tujuan.
“Sebenarnya” kata Pak Mario, “Rasa malas itu tidak bisa
dihilangkan kecuali kita mengingat tujuan, mengapa kita melakukan pekerjaan
tersebut? Ingatlah tujuan itu”
super zekalii...!
super zekalii...!
Saat kita
melakukan pekerjaan atau aktifitas apapun ingatlah tujuan kita dalam melakukan
hal itu. Tujuan kita dalam melakukan
perkerjaan tersebut –misalnya—agar kita masuk syurga dan impian kita tercapai. Nah,
ingat-ingatlah tujuan tersebut agar kita terhindar dari rasa Malas yang terus
membayang-bayangi kita. Tidak ada cara membunuhnya kecuali dengan mengingat
Tujuan.
Mengingat tujuan
akan memberikan kita semangat, fokus pada tujuan akan membuat kita sampai pada
apa yang kita impikan dan kitapun akan berhasil membunuhnya.
Yeaah!
Yeaah!
Jadi teman, untuk membunuh Rasa Malas, ingat-ingatlah Tujuan
kita dalam melakukan sesuatu. Ingatlah dengan baik dan jelas tujuan kita. Insya
Allah, rasa malas itu akan hilang.
“Kewajiban kita banyak” ucap Imam Ahmad bin Hambal, “tapi
waktu kita sedikit.”
Bersegeralah. Bunuh rasa malasmu!
Bagikan
Membunuh Rasa Malas
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif