Rabu, 13 Mei 2015

Tekad: Menjemput Impian

Tekad+Menjemput+Impian

“Jika kamu sanggup memimpikannya,
maka kamu mampu untuk membuatnya menjadi nyata

            Malam ini mari kita berbicara tentang impian/cita-cita. Tentang harapan yang sejak dulu tertanam dalam hati. Sebuah keinginan besar untuk mencapai tujuan yang dulu pernah kita arahkan. Yah, dulu sekali saat kita masih kecil. Atau mungkin, kita yang beberapa waktu lalu menata impian sudah sampai manakah kita saat ini? mendekati tujuan atau sebaliknya justru menjauh dari impian yang telah di buat.

            Impian, adalah sebuah kata yang banyak mendorong anak manusia untuk lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Impian, merupakan sebuah tujuan agar hidup ini terarah dan tidak melulu berputar disatu tempat.

            Sebelumnya, di tulisan ini saya hanya ingin berbagi tentang Takad untuk meraih impian yang selama ini kita cita-citakan. Meski saya bukan motivator sehebat Pak Mario Teguh, setenar Kek Jamil Azzaini dan setangguh Bang Ippho Santosa, sekali lagi saya hanya ingin berbagi. Pun tulisan ini lebih pantas ditujukan pada saya yang saat ini sedang menjemput impian, bukan mengejar, karena kalau mengejar kita pasti akan capek, betul? hehe

            Ah... lagi-lagi saya tersadarkan oleh sosok wanita yang tanpa sengaja selalu memberikan inspirasi, mendorong saya dengan kata action, action dan action –terimakasih— J.

            Oh, ya. Tentang quote yang ada di paling atas sebelum judul, entah saya dapat dari membaca buku atau mendengarnya dari orang lain, kata-kata inspiratif itu terus menghantui kepala saya sejak setangah hari ini. Seolah, kata-kata itu memberikan saya semangat kembali untuk menjemput impian yang telah saya buat.

“Jika kamu sanggup memimpikannya,
maka kamu mampu untuk membuatnya menjadi nyata

“kebanyakan” kata ustadz saya menasehati “pemuda sekarang ‘mati’ karena tidak memiliki impian” tutupnya dengan saya meng-iya-kan. Sayapun berfikir, apa benar yang dinyatakan oleh ustadz saya tadi, kebanyakan pemuda ‘mati’ karena tidak memiliki impian? Saya berfikir panjang sembari melihat kondisi kawula muda saat ini yang tingkah lakunya semakin aneh.

O, iya, saya lupa menjelaskan ‘mati’ yang dikatakan oleh ustadz tadi ialah seperti mayat hidup yang berjalan tanpa mempunyai arah dan tujuan. Jadi bukan meninggal dunia lalu dikubur ya.

Kalau melihat kawula muda sekarang –semoga saya tidak benar—kebanyakan pemuda saat ini telah kehilangan arah. Tidak jelas tujuan hidupnya seperti apa, mau kemana dan untuk apa. Lihat saja dari keseharian kawula muda sekarang; MBT (Main Bareng Teman)-mulu, kongkow ditempat tongkrongan dengan obrolan yang gak jelas,  menghabiskan waktu dengan nge-game dan terkadang suka ngalor-ngidul gak karuan. Mereka tidak punya arah serta tujuan hidup dan tidak tahu mau kemana arah tujuannya. Prinsip dalam dirinya adalah mengikuti kemana air mengalir.

Bicara tengtang prinsip hidup yang mengikuti kemana air mengalir saya jadi teringat kembali diskusi hangat dengan ustadz saya.

“Bagus kalau air itu mengalir ke persawahan, bisa bermanfaat untuk para petani” kata ustadz saya “lah, kalau mengalir kesepiteng bagaimana? Hanya bau menjijikan yang mereka dapat” tungkasnya. Sudahlah... cukup. Hidup ini jangan mengikuti kemana air mengalir. Tapi tentukan arah hidup ini agar kita tidak tersesat dan menjadi mayat hidup yang tidak tahu kemana harus melangkah.

“Jika kamu sanggup memimpikannya,
maka kamu mampu untuk membuatnya menjadi nyata”

            Kembali membahas quote di atas. Apapun impian atau cita-cita yang kita inginkan dan kamu sanggup untuk memimpikannya maka kita mampu untuk membuatnya menjadi nyata. Tidak perlu ragu, karena memang Allah memberikan kita impian untuk membuatnya menjadi nyata. Coba tengok bagaimana jika Abu Qasim Al zahrawi tidak mempunyai ke-inginan atau cita-cita untuk membuat Alat bedah, tentu para dokter akan sulit menghadapi pasien yang harus di operasi. Coba lihat, bagaimana jadinya apabila Ibnu  Al Haytam tidak mempunyai keinginan untuk membuat lensa, tentu kita tidak bisa berfoto-foto ria dan nonton film-film keren. Dan coba di lihat lagi, bagaimana jika Al Jazari tidak mempunyai keinginan atau impian untuk membuat Jam, pasti semua orang akan bingung, telat, dan kacau dalam mengatur waktu.

Ah, sepertinya kita harus banyak belajar pada Abbas ibnu Firnas. Diceritakan, suatu ketika Abbas ibnu Firnas melihat burung yang terbang bebas di angkasa, ia takjub melihat burung itu terbang kesana kemari. Dari situ, timbulah keinginan Abbas ibnu Firnas untuk bisa terbang sama seperti burung. Perlu kita ketahui Abbas ibnu Firnas adalah pelopor dalam pembuatan pesawat. Orang yang pertama kali membuat kerangkanya. Dan orang yang pertamakali mengimpikannya, bukan si Wright bersaudara sebagaimana yang di gembor-gemborkan oleh barat bahwa Orville dan Wilbur-lah yang pertamakali menciptakan pesawat terbang.

Dari Abbas ibnu Firnas kita belajar, ketika kita sanggup mengimpikannya maka kita mampu untuk mewujudkannya. Di zamannya, orang-orang tidak pernah terfikirkan untuk bisa terbang seperti burung. Terbang seperti burung adalah kemustahilan yang tidak dapat dilaukan oleh manusia. Tapi kita melihat kegigihan Abbas ibnu Firnas dalam membuat impiannya menjadi nyata, agar manusia dapat terbang sama seperti burung. Sampai pada akhirnya, terciptalah pesawat terbang seperti sekarang ini yang dapat mengantar manusia kemanapun ia mau melintasi berbagai pulau, negara dan benua. Itulah impian Abbas ibnu Firnas,  ia sanggup meng-impi-kannya dan ia mampu untuk mewujudkannya.

“Impossible is nothing”

Impossible+is+nothing

Teman, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Selama kita sanggup untuk meng-impi-kannya maka kita mampu untuk mewujudkannya. Percayalah. Bukankah kita telah belajar dari sang pemimpi Abbas ibnu Firnas. Yakinlah, ketika kita tlah membuat impian/cita-cita pasti ada seribu cara untuk menggapainya.

            Sahabat ketahuilah, sudah ada yang menunggu kita untuk dapat mewujudkan impian itu. Seseorang yang dengan sabar menunggu untuk dapat menggapai impian (sukses). Dia adalah orangtua kita, adik, sahabat, guru, dan orang-orang yang mencintaimu dengan tulus. Apakah kita tidak ingin mereka bangga, apakah kita tidak ingin mereka bahagia karena telah memiliki, berteman dan kenal dengan kita. Mereka menunggumu untuk sukses. Mereka mengharapkan agar engkau jadi orang hebat. Dan mereka percaya kau pasti bisa.

Tunggu apalagi, buatlah impianmu menjadi kenyataan, bangun dari tidur panjangmu dan bergeraklah untuk mencapai tujuan yang telah engkau buat. Jangan pernah menyerah untuk mendapatkannya, teruslah berusaha dan mencoba serta tidak lupa perbanyaklah berdoa agar Allah ridha memberikannya.

Akhirnya, seperti yang selalu di ucapkan oleh wanita penuh inspirasi. ACTION !

Sudah cukup teorinya, sekarang mari kita bergerak dan mewujudkannya. Semangat....!

Bagikan

Tulisan Lainnya

Tekad: Menjemput Impian
4/ 5
Oleh