“Jika
kamu sanggup memimpikannya,
maka
kamu mampu untuk membuatnya menjadi nyata”
Malam
ini mari kita berbicara tentang impian/cita-cita. Tentang harapan yang sejak
dulu tertanam dalam hati. Sebuah keinginan besar untuk mencapai tujuan yang
dulu pernah kita arahkan. Yah, dulu sekali saat kita masih kecil. Atau mungkin,
kita yang beberapa waktu lalu menata impian sudah sampai manakah kita saat ini?
mendekati tujuan atau sebaliknya justru menjauh dari impian yang telah di buat.
Impian, adalah sebuah kata yang
banyak mendorong anak manusia untuk lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Impian,
merupakan sebuah tujuan agar hidup ini terarah dan tidak melulu berputar disatu
tempat.
Sebelumnya, di tulisan ini saya
hanya ingin berbagi tentang Takad untuk meraih impian yang selama ini kita
cita-citakan. Meski saya bukan motivator sehebat Pak Mario Teguh, setenar Kek
Jamil Azzaini dan setangguh Bang Ippho Santosa, sekali lagi saya hanya ingin
berbagi. Pun tulisan ini lebih pantas ditujukan pada saya yang saat ini sedang
menjemput impian, bukan mengejar, karena kalau mengejar kita pasti akan capek,
betul? hehe
Ah... lagi-lagi saya tersadarkan
oleh sosok wanita yang tanpa sengaja selalu memberikan inspirasi, mendorong saya
dengan kata action, action dan action –terimakasih—
J.
Oh, ya. Tentang quote yang ada di paling atas sebelum judul, entah saya dapat dari
membaca buku atau mendengarnya dari orang lain, kata-kata inspiratif itu terus
menghantui kepala saya sejak setangah hari ini. Seolah, kata-kata itu
memberikan saya semangat kembali untuk menjemput impian yang telah saya buat.
“Jika
kamu sanggup memimpikannya,
maka
kamu mampu untuk membuatnya menjadi nyata”
“kebanyakan”
kata ustadz saya menasehati “pemuda sekarang ‘mati’ karena tidak memiliki
impian” tutupnya dengan saya meng-iya-kan. Sayapun berfikir, apa benar yang
dinyatakan oleh ustadz saya tadi, kebanyakan pemuda ‘mati’ karena tidak
memiliki impian? Saya berfikir panjang sembari melihat kondisi kawula muda saat
ini yang tingkah lakunya semakin aneh.
O,
iya, saya lupa menjelaskan ‘mati’ yang dikatakan oleh ustadz tadi ialah seperti
mayat hidup yang berjalan tanpa mempunyai arah dan tujuan. Jadi bukan meninggal
dunia lalu dikubur ya.
Kalau
melihat kawula muda sekarang –semoga saya tidak benar—kebanyakan pemuda saat
ini telah kehilangan arah. Tidak jelas tujuan hidupnya seperti apa, mau kemana
dan untuk apa. Lihat saja dari keseharian kawula muda sekarang; MBT (Main
Bareng Teman)-mulu, kongkow ditempat tongkrongan dengan obrolan yang gak jelas, menghabiskan waktu dengan nge-game dan
terkadang suka ngalor-ngidul gak karuan.
Mereka tidak punya arah serta tujuan hidup dan tidak tahu mau kemana arah tujuannya.
Prinsip dalam dirinya adalah mengikuti kemana air mengalir.
Bicara
tengtang prinsip hidup yang mengikuti kemana air mengalir saya jadi teringat
kembali diskusi hangat dengan ustadz saya.
“Bagus
kalau air itu mengalir ke persawahan, bisa bermanfaat untuk para petani” kata
ustadz saya “lah, kalau mengalir kesepiteng bagaimana? Hanya bau menjijikan yang
mereka dapat” tungkasnya. Sudahlah... cukup. Hidup ini jangan mengikuti kemana
air mengalir. Tapi tentukan arah hidup ini agar kita tidak tersesat dan menjadi
mayat hidup yang tidak tahu kemana harus melangkah.
“Jika
kamu sanggup memimpikannya,
maka
kamu mampu untuk membuatnya menjadi nyata”
Kembali membahas quote di atas. Apapun impian atau
cita-cita yang kita inginkan dan kamu sanggup untuk memimpikannya maka kita
mampu untuk membuatnya menjadi nyata. Tidak perlu ragu, karena memang Allah
memberikan kita impian untuk membuatnya menjadi nyata. Coba tengok bagaimana jika
Abu Qasim Al zahrawi tidak mempunyai ke-inginan atau cita-cita untuk membuat
Alat bedah, tentu para dokter akan sulit menghadapi pasien yang harus di
operasi. Coba lihat, bagaimana jadinya apabila Ibnu Al Haytam tidak mempunyai keinginan untuk
membuat lensa, tentu kita tidak bisa berfoto-foto ria dan nonton film-film
keren. Dan coba di lihat lagi, bagaimana jika Al Jazari tidak mempunyai
keinginan atau impian untuk membuat Jam, pasti semua orang akan bingung, telat,
dan kacau dalam mengatur waktu.
Ah,
sepertinya kita harus banyak belajar pada Abbas ibnu Firnas. Diceritakan, suatu
ketika Abbas ibnu Firnas melihat burung yang terbang bebas di angkasa, ia
takjub melihat burung itu terbang kesana kemari. Dari situ, timbulah keinginan
Abbas ibnu Firnas untuk bisa terbang sama seperti burung. Perlu kita ketahui
Abbas ibnu Firnas adalah pelopor dalam pembuatan pesawat. Orang yang pertama
kali membuat kerangkanya. Dan orang yang pertamakali mengimpikannya, bukan si Wright bersaudara
sebagaimana yang di gembor-gemborkan oleh barat bahwa Orville dan Wilbur-lah
yang pertamakali menciptakan pesawat terbang.
Dari Abbas ibnu Firnas kita
belajar, ketika kita sanggup mengimpikannya maka kita mampu untuk
mewujudkannya. Di zamannya, orang-orang tidak pernah terfikirkan untuk bisa
terbang seperti burung. Terbang seperti burung adalah kemustahilan yang tidak
dapat dilaukan oleh manusia. Tapi kita melihat kegigihan Abbas ibnu Firnas dalam
membuat impiannya menjadi nyata, agar manusia dapat terbang sama seperti
burung. Sampai pada akhirnya, terciptalah pesawat terbang seperti sekarang ini
yang dapat mengantar manusia kemanapun ia mau melintasi berbagai pulau, negara
dan benua. Itulah impian Abbas ibnu Firnas,
ia sanggup meng-impi-kannya dan ia mampu untuk mewujudkannya.
“Impossible is nothing”
Teman, tidak ada yang
mustahil di dunia ini. Selama kita sanggup untuk meng-impi-kannya maka kita
mampu untuk mewujudkannya. Percayalah. Bukankah kita telah belajar dari sang
pemimpi Abbas ibnu Firnas. Yakinlah, ketika kita tlah membuat impian/cita-cita pasti
ada seribu cara untuk menggapainya.
Sahabat ketahuilah, sudah ada yang menunggu kita untuk
dapat mewujudkan impian itu. Seseorang yang dengan sabar menunggu untuk dapat
menggapai impian (sukses). Dia adalah orangtua kita, adik, sahabat, guru, dan
orang-orang yang mencintaimu dengan tulus. Apakah kita tidak ingin mereka
bangga, apakah kita tidak ingin mereka bahagia karena telah memiliki, berteman
dan kenal dengan kita. Mereka menunggumu untuk sukses. Mereka mengharapkan agar
engkau jadi orang hebat. Dan mereka percaya kau pasti bisa.
Tunggu apalagi, buatlah
impianmu menjadi kenyataan, bangun dari tidur panjangmu dan bergeraklah untuk
mencapai tujuan yang telah engkau buat. Jangan pernah menyerah untuk mendapatkannya,
teruslah berusaha dan mencoba serta tidak lupa perbanyaklah berdoa agar Allah
ridha memberikannya.
Akhirnya, seperti yang selalu di ucapkan oleh wanita penuh
inspirasi. ACTION !
Sudah cukup teorinya, sekarang mari kita bergerak dan
mewujudkannya. Semangat....!
Bagikan
Tekad: Menjemput Impian
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif