Tersadar,
saat cinta kian memudar dan keindahannya mulai meredup aku mulai berfikir.
Bahwa seseorang pangeran tidak mungkin menjemputku dalam hubungan rapuh ini.
Lagi pula, kau pasti tahu kalau seorang pangeran itu type orang yang sangat bertanggung
jawab dan penuh wibawa. Jadi mana mungkin seorang pangeran kutemukan dalam
pacaran ini, mustahil.
Selama ini, ku kira perjalanan cinta
yang ku lalui telah benar. Tapi ternyata salah. Hubungan ini penuh dengan
kepalsuan dan rayuan srigala berbulu bijaksana. Kau tahu, pacaran ini hanya
dilakukan oleh orang – orang yang miskin akan komitmen dan tanggung jawab. Maaf
saja, hubungan yang tidak jelas arahnya ini cenderung mengarahkan pada fisik.
Pun, orang yang pacaran itu bebas berbuat apa saja selagi suka sama suka. Lalu
ketika hal yang tidak diinginan terjadi apakah ia mau bertanggung jawab? Bisa
saja dia pergi, karena sebelumnya kita tidak ada ikatan apa pun, bodoh.
Sedikit aku menyadari selama ini
selalu dibodohi dengan sikap lugu dan manis mu yang beracun. Janji mu itu hanya
omong kosong! Didepan kau berlagak seperti malaikat yang melindungiku setiap
saat, namun dibelakang kau seperti iblis durjana yang membuatku kian tersiksa,
penipu.
Kau penipu ulung yang hanya bisa
mempermainkan hati wanita tanpa sedikitpun mau bertanggung jawab. Ku kira kau
lelaki sejati, ternyata kau hanya pecundang yang menebar kata manis tapi
menyakitkan.
Dan aku mulai mengerti, cinta tidak
akan mungkin ku temukan dalam hubungan ini. Menemukan imam atau lelaki sholeh
pun ku rasa mustahil, karena memang lelaki yang baik itu tidak akan pernah
pacaran. Ah.. betapa dungunya diri yang telah menyiakan cinta dan memberikannya
pada orang belum tentu manjadi pasangan hidupku.
Aku mulai memahami, hubungan yang
selama ini kita jalani penuh dengan kepalsuan. Dan lagi, ikatan (pacaran) ini
hanya mendatangkan dosa bagi kita. Allah...
Kini, biarkan aku sendiri. Tidak usah hubungi
aku lagi. Aku bisa jaga diri dengan sangat baik. Tidak usah kau khawatirkan aku.
Biarkan aku menangisi penyesalan ini karena memberikan cinta pada orang yang
belum halal buatku.
Aku memilih mengakhiri hubungan ini.
Ini demi kebaikan bersama. Kau tidak perlu repot – repot untuk menghubungiku
apalagi menjemputku, aku bisa lakukan semua sendiri. Biarkan aku menjaga cinta
ini, biarkan aku memberikannya pada lelaki yang memang pantas untuk menjadi
imamku. Toh, jika memang kita berjodoh, kita akan bertemu lagi bukan.
Jika memang kau mencintaiku maka lepaskanlah
diriku. Sudahi hubungan haram yang telah lama kita jalani. Kau sayang padaku,
kan? Jika iya, kau tak mungkin tega orang yang kau sayangi ini memasuki api
neraka. Aku memilih mengakhiri hubungan ini dan menjaga hatiku. Pun kau harus
sama denganku.
Sekarang
kita berpisah, jaga dirimu baik – baik. Dan jangan pernah untuk memainkan cinta
seorang wanita. Berjanjilah.
Semoga Allah memberikan mu jodoh yang terbaik...
Bagikan
Keputusan Terbaik
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif