Rabu, 04 Januari 2017

Bangga dengan Islam

Bangga+dengan+islam

Suatu hari, pada masa Rasulallah shalallahu’alaihi wa salam, tidak sedikit diantara mereka yang berlari-lari keluar rumah, ia meluapkan kegembiraan yang amat luar biasa. Bukan, bukan lantaran ia mendapatkan harta yang berlimpah, tapi karena ia telah memeluk islam.

“Isyhadu bi ana Muslimun!” begitulah teriaknya.

Kabahagian itu hadir sebab telah memeluk islam. Sebuah kesenangan yang lebih baik dari dunia dan segala isinya.

Lalu apakah saat ini kita sesenang mereka, yang dengan bangga mengatakan “Saksikanlah aku seorang muslim!” tidak bisa dipungkiri bahwa kita tengah berada di akhir zaman, saat dimana seorang muslim tidak lagi bangga dengan keislamannya, tidak lagi merasa cemburu atau bahkan malu saat bersentuhan dengan maksiat.

Kita berada pada masa; dimana menggenggam islam dicap sebagai pelaku teror, menginginkan aturan Allah sebagai pemberontak, menyuarakan kebenaran dituduh pendusta, membela islam dianggap tak mengerti, mengajak untuk tidak mengatakan hal yang bertentangan dengan akidah dibilang intoleransi.

Ada hal yang mesti kita pupuk, keberanian. Ada hal yang mesti kita genggam erat, keimanan. Bahwasannya, apapun yang mereka katakan kita harus tetap bangga dengan islam, sebab ia adalah bukti keimanan. Kelak, ia akan menjadi saksi dihadapan Allah karena kegembiraan kita menjadi seorang muslim.

Tiada hal memalukan, kecuali saat seorang muslim tidak lagi bangga dengan islamnya. Tidak lagi suka dengan aturanNya. Maka, tetaplah bangga menjadi seorang muslim, melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.


Bagikan

Tulisan Lainnya

Bangga dengan Islam
4/ 5
Oleh