Ketika kita mencintai, maka hal
yang pertama kita lihat mungkin adalah wajahnya, atau usianya yang masih muda
sehingga menggelorakan jiwa untuk segera menikahinya. Ah, ini normal. Keinginan
lelaki untuk mendapatkan wanita yang lebih muda merupakan salah satu yang harus
terpenuhi.
Tapi hal ini tidak untuk semua
lelaki. Sahabat Rasulallah sekaligus anak angkat beliau misalnya, ia masih
muda, gagah, pun sangat dekat dengan rasulallah. Wanita muda mana yang tidak
ingin menikah denganya? Ia adalah Zain bin Haritsah.
“Barang siapa yang ingin menikah dengan wanita ahli surga,
maka hendaklah menikahi Ummu Aiman.” Begitulah Rasulallah bersabda, dan Zaid
segera melabuhkan hatinya pada wanita yang merawat Rasulallah sejak kecil
setelah wafatnya Aminah, ibunda Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi wasalam.
Ia lebih memilih wanita yang telah mengasuh Rasulallahu sejak
kecil menjadi istrinya.
Keputusan yang sangat jarang, yang
mungkin tidak diambil oleh lelaki saat ini. Bukan usia yang difkirkan oleh
Zaid, tetapi kemuliaan, ia menikahi wanita ahli syurga. Ia lebih memilih cinta
yang tetap menjulang tinggi hingga JannahNya. Ah, betapa beruntungnya lelaki
ini. Aku cemburu.
Jika lelaki
seperti Zaid ada, dan lebih memilih cinta yang abadi sampai Syurga, maka Nailah
binti Farafasah mewakili seluruh wanita untuk menikah bukan karena fisik yang
sudah menua tetapi karena keimanan yang tetap menyala.
Nailah menerima khitbah dari sahabat Rasulallah yang sungguh
mulia, dermawan nan pemalu. Ia dinikahi Ustman bin Affan Khalifah ketiga setelah
Umar bin Khattab.
Nailah binti Farafasah, pada saat ini mungkin baru saja
memasuki masa gadis nan cantik jelita, usianya baru 18 tahun, sedangkan sahabat
Rasulallah dengan gelar pemilik dua cahaya itu berumur 81 tahun. Ah, sungguh
inilah cinta yang sebenarnya kita harap-harapkan, cinta yang menyurga dan tidak
terbatas pada jauhnya usia.
Dari Zaid bin Haritsah dan Nailah
binti Farasah, kita belajar untuk mencintai dengan penuh keimanan agar cinta
yang kita miliki membawa kita pada syurga. Meski usia mungkin terpaut jauh,
tapi sungguh, selama mencintainya karena Allah inilah sebenarnya cinta.
Bagikan
Cinta yang Menyurga
4/
5
Oleh
Harun Tsaqif